Info 19 Cara Membantu Kucing Melahirkan dan Tipsnya...

19 Cara Membantu Kucing Melahirkan dan Tipsnya

Thursday, December 8th, 2016 - Perawatan

Cara membantu kucing melahirkan – wah wahh, dari judulnya aja udah kaya manusia aja yah! padahal ini hewan peliharaan yang banyak disukai pecinta kucing. Apalagi anak kucing lucu, pasti bikin kamu makin betah dirumah.

Kucing yang sedang hamil biasanya umur kehamilanya sekitar 65 sampai 67 hari loh! Jika kamu sudah tahu kalau kucingnya lagi hamil, kamu harus menyiapkan dan membantu kucing melahirkan anaknya agar tidak mengotori kandang bahkan di rumah kamu, ingat jika kucing tidak mau makan segeralah periksa! Karena kondisi induk kucing yang sedang hamil akan sangat berpengaruh terhadap anaknya.

Baca juga : Berapa lama kucing hamil?

Cara Membantu Kucing Melahirkan

Cara Membantu Kucing Melahirkan

Gambar induk kucing sedang memeluh anaknya via : Cattery.co.id

Oleh karena itu maniakucing.com ingin membantu para catlovers untuk membantu kucing melahirkan. Simak artikelnya berikut ini.

Menyiapkan Persalinan

1. Perhatikan tanda-tanda kucing hamil

Ada beberapa tanda yang dapat membantu kamu untuk membedakan jika kucing kamu sedang hamil atau tidak.

  • Perbedaan yang sangat terlihat ketika kucing kamu lagi hamil yaitu berwarna merah jamu disekitar perut, puting susu kucing membesar, perut terasa lebih kenyal dari biasanya dan kucing sudah tidak lagi birahi (ingin kawin). Untuk lebih detailnya kamu dapat membaca ciri-ciri kucing hamil.

2. Segeralah membawa kucing untuk pemeriksaan

Kenapa harus segera? Ya kalo tidak segera di tangani maka akan mempengaruhi kucing secara langsung. Kalau kamu sudah tahu bahwa si kucing , bawalah ke dokter hewan untuk segera dilakukanya pemeriksaan.

  • Dokter hewan juga dapat memvonis kehamilan tersebut sedang berkembang tanpa adanya komplikasi serta dapat menganjurkan kamu untuk mempersiapkan persalinan nantinya.
  • Kucing yang mempunyai kelebihan berat badan juga harus segera dibawa ke dokter hewan terdekat untuk mencegah risiko adanya komplikasi ketika kamu sudah tahu bahwa adanya tanda-tanda kehamilan pada kucing kesayangan kamu.
  • Di beberapa instansi, dokter hewan yang tetap melanjutkan proses kehamilan juga dapat membahayakan induk kucing serta memandulkan si kucing pada tahap ini akan sangat direkomendasi.
  • Dokter hewan juga dapat mengira-ngira ada berapa jumlah anakan yang akan lahir nanti, yang mana dapat sangat berguna ketika nanti melakukan persalinan.

3. Penyesuaian pola makan saat hamil

Ketika kucing lagi hamil serta masa kehamilanya mendekati 42 hari, si kucing juga sangat memerlukan nutrisi yang khusus layaknya manusia, untuk itu pastikan kamu memberikan asupan makanan dan nutrisi yang tepat

  • Menjaga si kucing dengan diet yang wajar selama masa kehamilan, dietnya kucing dan manusia berbeda yaa! terutama untuk waktunya. Jangan sampai tidak diberi makan sama sekali.
  • Pada masa-masa dimana kucing hampir melahirkan, gantilah makananya degan makanan yang khusus untuk anakan kucing atau makanan berlabel kitten, yang mana lebih banyak kalori didalamnya. Karena rahim akan menekan ke perutnya, nah ini sangat berpengaruh pada kemampuan untuk mencerna makananya, oleh karena itu makanan untuk anakan kucing merupakan pilihan yang sangat tepat untuk si kucing agar terjaga nutrisinya.

Baca juga : Penyebab dan Cara Mengatasi Bulu Kucing Rontok

4. Buatlah sebuah sarang. 

Kucing sangat membutuhkan kehangatan, ketenangan, serta tempat yang aman untuk melahirkan. Biasanya kucing menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan seperti mencari-cari lokasi tersebut ketika sudah menemukan tempat yang nyaman kemudian ini waktu yang tepat untuk melahirkan, dan inilah saat yang tepat bagi Kamu untuk menyiapkan tempat tersebut.

  • Kamar mandi adalah tempat yang cocok untuk membangun sarang si kucing; hanya saja pastikan dahulu tidak ada anak kecil atau anjing yang sering melewati tempat itu. Si induk harus merasa aman serta rileks di sarang tersebut.
  • Si induk juga harus memiliki akses yang baik ke tempat air minum serta makanannya, begitu juga dengan kotak tempat buang air yang jaraknya sekitar dua kaki, menempatkannya terlalu dekat sarang dapat meningkatkan risiko terserang penyakit.
  • Carilah kotak kardus yang lumayan besar dengan sisi yang agak tinggi lalu isilah dengan tatanan koran, kain halus dan handuk.
  • Apapun material yang Kamu gunakan, jangan sampai ada aroma yang menyengat, karena kucing sangat sensitif terhadap bau.

5. Persiapkan kucing Kamu untuk persalinan. 

Tetap berikan makanan berkualitas tinggi serta perhatikan bila nafsu makannya menurun yang menandakan saatnya sudah dekat.

  • Bila kucing Kamu berbulu panjang, mungkin Kamu perlu mempertimbangkan untuk memotongnya sedikit beberapa hari sebelum masa persalinan. Beberapa orang yang tidak ingin memotongnya biasanya menjepit bulunya menggunakan hairclip agar puting tidak terlalu tertutup oleh bulu sehingga bayi kucing tidak kesulitan ketika akan menyusu.
  • Bila Kamu tidak dapat memotong bulunya tepat waktu, biarkan saja, karena bila tetap Kamu potong hal itu malah akan mengganggu bayi kucing untuk mengenali induknya melalui aroma alami setelah mereka lahir.

6. Persiapkan diri Kamu menghadapi persalinan. 

Selain Kamu harus memiliki kotak sarang, makanan, air serta kotak pasir, Kamu juga perlu memiliki peralatan lain yang Kamu butuhkan ketika keadaan darurat.

  • Letakkan kotak pengangkut dekat dengan kucing untuk berjaga-jaga bila ada kejanggalan serta si induk perlu segera untuk diangkut ke dokter hewan.
  • Pastikan bahwa telepon genggam Kamu selalu dalam keadaan siaga dan juga memiliki nomor dokter hewan serta rumah sakit hewan untuk berjaga-jaga bila ada kejanggalan selama masa persalinan.
  • Persiapkan beberapa potong handuk kering untuk membersihkan bayi kucing nantinya.
  • Belilah susu bubuk untuk bayi kucing serta botol susu untuk bayi kucing di toko hewan terdekat untuk berjaga-jaga apabila ada masalah dalam proses menyusui.

Baca juga : Ciri-Ciri Kucing Stres

7. Catat lama masa kehamilan. 

Ada masa tenggang pada kehamilan, biasanya itu dikarenakan adanya kesulitan dalam menentukan hari pertama kehamilan, namun kucing yang sudah hamil melebihi 67 hari harus dibawa ke dokter hewan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

  • Dokter hewan akan memeriksa perut si induk untuk melihat apakah bayi di dalamnya sehat, juga akan menyarankan memberi waktu ekstra 4-5 hari. Bila bayi masih belum lahir dalam kurun waktu tersebut, maka operasi cesar akan sangat disarankan.

8. Perhatikan bila ada tanda-tanda komplikasi. 

Peringatan adanya tanda-tanda komplikasi meliputi abnormal discharges dan penyakit. Keadaan tidak Normal: air kencing dari si induk terlihat tidak normal selama masa kehamilan. Hijau kekuningan mengindikasikan adanya infeksi pada rahim, hijau terang menandakan terpisahnya plasenta, juga berdarah ketika plasenta pecah. Bila Kamu melihat adanya tanda-tanda seperti itu, segeralah hubungi dokter hewan.

  • Penyakit: kehamilan membuat stres pada tubuh serta melemahkan sistem imun. Bila si induk terlihat tidak sehat, segeralah bawa ke dokter hewan.

Membantu Persalinan

Cara Membantu Kucing Persia Melahirkan

Menjaga jarak dengan induk kucing yang sedang hamil. Via : WikiHow.com

9. Jaga jarak.

Kehadiran Kamu di beberapa area, dapat menganggu kenyamanan si induk.

  • Jaga jarak yang cukup jauh untuk tidak mengganggu si induk, namun tetaplah sedekat mungkin serta bantulah bila si induk nampak kesulitan.
  • Bersiaplah untuk kemungkinan terburuk dan harus ketahui tanda-tandanya.

10. Ketahuilah tanda-tanda persalinan. 

Biasakanlah diri Kamu dengan tanda-tanda yang mengindikiasikan bahwa kucing Kamu akan segera melahirkan. Ini adalah bukaan pertama. Masa melahirkan berkisar antara 12-24 jam. Tanda-tandanya meliputi:

  • Gelisah, mencari tempat untuk bersembunyi (tunjukkan padanya sarang yang telah Kamu buat)
  • Terlalu sering membersihkan diri, termasuk menjilati bagian lubang kencingnya.
  • Berjalan dengan terengah-engah
  • Mendengkur dengan cukup keras
  • Suhu tubuh turun sekitar 1-2 derajat
  • Berhenti makan
  • Muntah
  • Bila Kamu mengetahui si kucing kencing darah, segeralah hubungi dokter hewan. Berdarah sebelum melahirkan merupakan tanda adanya kejanggalan juga Kamu harus segera membawanya ke dokter hewan.

11. Perhatikan pada setiap bayi yang lahir. 

Ketika si induk sudah masuk ke sarang serta memulai persalinan, hal yang dapat Kamu lakukan kini merupakan tetap tenang, bersiap, serta melihat jumlah bayi yang dilahirkan. Bila ada suatu gangguan atau suara hewan lain, atau si induk pindah ke tempat lain, maka dia akan menunda persalinan. Ketika bukaan kedua dimulai, perkembangan yang terjadi meliputi:

  • Leher rahim menjadi rileks juga mengalami kontraksi.
  • Kontraksi terjadi dengan interval 2-3 menit kemudian si induk akan berada di posisi merunduk.

Baca juga : Bahaya Bulu Kucing

12. Gelembung air yang pertama kali akan keluar, setelah itu baru si bayi, entah itu ekor atau kepala dahulu.

  • Ketika bukaan kedua sudah dimulai, akan menghabiskan waktu sekitar 30 menit hingga 1 jam lalu bayi kucing pertama harus segera lahir. Jarak kelahiran antar bayi sekitar 30-60 menit, namun tidak jarang dapat lebih dari itu.
  • Bila kucing Kamu duduk serta sudah mendorong lebih keras tanpa adanya bayi yang keluar lebih dari 1 jam, nampaknya itu merupakan tanda terjadinya suatu masalah. Periksalah di daerah vagina. Bila tidak ada apapun, maka akan lebih baik untuk menghubungi dokter hewan. Bila bayi masih belum keluar, tunggulah kira-kira 5 menit sebelum si induk mendorong lagi. Bila masih belum ada perkembangan, cucilah tangan Kamu, lalu pelan-pelan pegang bayi kucing tariklah perlahan-lahan. Bila bayi kucing tidak keluar dengan mudah, hubungi dokter hewan.
  • Pastikan bahwa si induk membuang lendir serta membersihkan setiap bayi. Si induk biasanya membuang membran lendir dengan menjilati setiap bagian tubuh si bayi. Si bayi haruslah bernafas juga bergerak dalam beberapa detik setelahnya.
  • Bila si induk tidak segera membersihkan lendirnya, sobeklah membran di sekeliling kepala bayi serta pastikan si bayi dapat bernafas. Basuh wajahnya dengan handuk kering.
  • Bila dimungkinkan, kembalikan si bayi ke sisi si induk, bahkan bila perlu tempatkanlah di bawah hidung si induk. Biasanya si induk akan menjilati si bayi. Meski nantinya si induk akan engabaikannya serta si bayi mulai basah lagi, keringkanlah si bayi menggunakan handuk kering. Efek dari perlakuan Kamu ini biasanya membuat si bayi menangis kemudian si induk akan menghampiri Kamu. Maka kini letakkan kembali si bayi ke sisi si induk.

13. Periksa plasentanya. 

Tiap bayi memiliki plasentanya sendiri, serta harus dihilangkan setelah mereka lahir. Perhatikan setiap placenta, jangan sampai ada yang tertinggal karena dapat menyebabkan infeksi bagi si induk.

  • JANGAN MENCOBA UNTUK MENARIK PLASENTA. Bila Kamu memaksakan untuk menariknya keluar juga menyebabkan uterus rusak, si induk dapat mati. Bila Kamu menduga bahwa plasenta belum keluar, bawalah si induk ke dokter hewan.
  • Perlu diingat bahwa normalnya plasenta tersebut akan dimakan oleh si induk. Karena plasenta penuh oleh hormon serta nutrisi yang diperlukan oleh tubuh si induk untuk pulih, jadi sebaiknya jangan mengganggu proses ini – hanya saja pastikan si induk tidak mencoba untuk memakan si bayi.

14. Biarkan si induk memakan 2-3 plasenta lalu buang sisanya, terlalu banyak nutrisi dapat menyebabkan diare atau muntah.

  • Cuci dan sterilkan tangan Kamu. Lepas jam tangan Kamu dan juga cincin di jari lalu cucilah menggunakan sabun anti-mikrobakteriial. Usapkan sabun di seluruh tangan Kamu. Paling tidak Kamu harus mencuci tangan selama 5 menit dengan tetap mengusapnya. Gunakan sikat kuku atau sikat gigi untuk membersihkan area di sekitar kuku Kamu.
  • Jangan gunakan sabun tangan! Kamu tentu tidak ingin si induk menjilat bahan-bahan berbahaya itu ke sekujur tubuh si bayi, yang nanti dapat membuatnya sakit.
  • Mencuci tangan merupakan suatu pencegahan saja serta hanya si induk yang diperbolehkan untuk menangani proses persalinan. Kamu perlu ikut campur apabila si bayi nampak kesusahan.

Baca juga : Cara Memotong Kuku Kucing Yang Baik dan Benar

15. Jangan memotong tali pusar. 

Sangat disarankan untuk TIDAK memotong tali pusar dari placenta. Pada kebanyakan kasus, induknya sendiri yang akan memotong menggunakan giginya. Bila si induk tidak melakukannya, konsultasikan ke dokter hewan.

  • JANGAN MEMOTONG TALI PUSAR APABILA MASIH ADA BAGIAN YANG TERDAPAT DI DALAM TUBUH SI INDUK. Dikarenakan tali pusar terhubung dengan plasenta, plasenta dapat terjebak di dalam serta tidak dapat dikeluarkan, yang mana dapat menyebabkan infeksi bahkan kematian pada induk. Bila Kamu tidak mampu mengatasinya, teleponlah dokter hewan juga ikuti instruksi yang diberikan.

Setelah masa persalinan

Cara Membantu Kucing Melahirkan dan Tipsnya

Gambar induk kucing sedang mengurus anaknya dan menyusui. Via : cerpen.co.id

16. Pastikan bahwa si bayi diurus oleh si induk setelah lahir. 

Susu yang keluar setelah masa melahirkan penuh oleh colostrum berharga yang berguna sebagai antibodi bagi si bayi.

  • Ketahuilah bahwa si bayi buta dan tuli ketika mereka lahir, jadi mereka akan mencari puting si induk melalui penciuman dan meraba. Terkadang mereka akan langsung melakukannya, namun tidak jarang juga mereka akan menunggu beberapa saat sebelum akhirnya mulai mencarinya.
  • Si induk biasanya akan menunggu hingga semua anaknya lahir sebelum akhirnya mulai untuk menyusui. Namun, bila si induk nampak mengabaikan para bayi, persiapkanlah susu bubuk dan susui mereka menggunakan botol yang khusus untuk menyusui hewan kecil.
  • Bila si induk mau mengurus anak-anaknya namun ada masalah dengan susu yang tidak keluar, biasanya para bayi akan mengeong. Bila hal itu terjadi, hubungi dokter hewan, yang mungkin dapat menstimulasi, dan cobalah susui para bayi menggunakan botol.

Baca juga : Kandang Kucing Persia

17. Perhatikanlah kesehatan para bayi. 

Setelah para bayi lahir, awasi mereka dan pastikan bahwa mereka sehat selalu.

  • Bila si bayi terdengar seperti sedang tersedak, itu karena ada cairan di saluran udaranya. Pegang si bayi di antara kedua tangan Kamu dengan kepala berada di ujung jari. Perlahan-lahan ayunkan ke arah bawah. Hal ini akan membantunya untuk membuang cairannya keluar dari dalam paru-paru. Gunakan kain tipis untulk mengusap wajahnya. Pastikan untuk memakai sarung tangan, namun berhati-hatilah, bayi yang baru lahir agak sedikit licin.
  • Bila si induk cat nampak tidak peduli pada anak-anaknya, cobalah untuk mengusapkan aroma si induk ke para bayi. Bila si induk bersikukuh tetap tidak peduli, Kamu mungkin perlu untuk mengurus si bayi dengan tenaga sendiri. Penjadwalan pemberian susu, dan bila perlu teleponlah dokter hewan untuk meminta panduan.
  • Jangan langsung memutuskan bahwa si bayi tersebut mati bila nampak tidak bergerak. Pastikan dahulu dengan mengusap-usap si bayi untuk menstimulasi. Gunakan kain yang halus dan hangat untuk mengusapnya. Hal lain yang dapat Kamu merupakan menaik turunkan kaki atau meniup wajah dan mulutnya.

18. Perhatikan kesehatan si induk. 

Berikan makanan dengan kualitas yang baik dan air bersih segera setelah si induk melahirkan. SI induk tidak akan meninggalkan anak-anaknya, meski itu untuk makan atau hanya untuk kencing, maka dari itu letakkanlah kotak makanan dekat dengan kotak sarang. Hal ini sangat penting karena si induk membutuhkan tenaga dan nutrisi untuk menyusui anak-anaknya.

  • Untuk hari pertama, si induk mungkin tidak akan beranjak sama sekali; letakkan kotak makan sedekat mungkin dengan posisi si induk.
  • Periksa si induk untuk memastikan bahwa dia sudah pulih setelah persalinan dan sudah terjalin ikatan dengan anak-anaknya.

19. Catat setiap kelahiran. 

Catat waktu kelahiran, jenis kelamin, berat (gunakan skala bayi kucing), dan ketika placenta sudah keluar.

Informasi ini akan berguna nantinya untuk catatan medis atau untuk dokumentasi bila Kamu seorang peternak kucing.

Baca juga : Cara Merawat Anak Kucing Persia Umur 1-2-3 Bulan

Tips Membantu Kucing Melahirkan

  1. Ketika waktunya untuk melahirkan sudah dekat, pertimbangkanlah untuk meletakkan alas tidur warna hitam serta selimut di kasur Kamu, di samping Kamu perlu membuat kotak sarang, si kucing akan berpikir bahwa tempat melahirkan yang pas merupakan di atas kasur Kamu, karena terasa lebih familiar juga aman.
  2. Jangan mendekati kucing selama proses melahirkan kecuali Kamu perlu membantunya. Kamu dapat menjadi objek cakaran serta gigitan si kucing. Dekati si kucing hanya jika si kucing perlu bantuan dalam persalinannya.
  3. Kecuali Kamu sedang membiakkan kucing, pertimbangkanlah untuk memandulkan kucing Kamu, demi masa depan bayi kucing dan juga demi si induk. Memandulkan kucing akan menurunkan risiko untuk terkena pyometra – pyometra terjadi ketika uterus terisi oleh nanah setelah perputaran panas, yang menjurus ke infeksi serta kematian bila si betina tidak terlihat.
  4. Jangan ikut campur dalam persalinan bila si induk tidak mempunyai masalah apapun.

Naahh, itulah yang sudah maniakucing.com bahas tentang Cara membantu kucing melahirkan bonus tipsnya lagi. Semoga ini bermanfaat bagi kamu, jika ada pertanyaan silahkan tuliskan komentar kamu di bawah. Jangan lupa share atau bagikan artikel ini ke teman-teman pecinta kucing lainnya. Terimakasih.

Artkel Kucing Yang Kamu Cari :

    membantu kucing melahirkan, kucing melahirkan, tempat kucing melahirkan, proses kucing melahirkan, kucing susah melahirkan, cara kucing melahirkan anak, Cara kucing melahirkan, cara menolong kucing melahirkan, cara melahirkan anak kucing, cara bantu kucing melahirkan
19 Cara Membantu Kucing Melahirkan dan Tipsnya | maniakucing.com | 4.5